Pages

Friday, 15 November 2024

To you who I still miss dearly


Allah knows every single tears you've shed for those you love. He knows the amount of times your heart sank out of sadness and grief & undoubtably He heard every single

"Ya Allah" that escaped your quivering lips. Never for a moment lose hope in Allah. He is the only one who can turn your tears of your sadness into ones of absolute bliss.

Thursday, 14 March 2024

Kepada Hati - Cakra Khan




 Ku berhenti di batas ini

Antara cinta dan mimpi bersamamu
Aku sadari kini, bahwa memang hatimu
Bukan untukku
Ku kembali kepada sunyi
Kuikhlaskan semua pada takdir
Tuhan pasti tahu yang terbaik untukku
Tenanglah hatiku
Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti
Kugenggam hati dan sakit ini
Memang suratan, tak bisa ku memaksa
Tuhan pasti tahu yang terbaik untukku
Tenanglah hati
Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti
Oh-uh-oh-oh-oh
Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti
Kepada hati, aku katakan
Jangan jatuh lagi ke hati yang salah
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti
Dengan hati yang tak menyakiti



Nota kaki : Lagu ini diputar berkali-kali 2 minggu kebelakangan ini. Lagu yang baik untuk pujuk hati dan jalan terus. Kenangan terus kekal bersama sepanjang hayat. Terkadang menjadi mimpi indah dan ngeri buat diri. Sehabis baik mencuba memaafkan setiap yang singgah dalam hidup tika dan juga memaafkan diri yang punya banyak khilaf dan dosa. Moga pengakhiran kita yang baik - baik sahaja sebelum dijemput ilahi. 

Thursday, 9 November 2023

Masing - masing by Ernie Zakri







[Intro]
Tapi aku letih juga
Lebih baik kita masing-masing

[Verse 1]
Pernah sesayang itu pernah
Pernah secinta itu pernah
Pernah sedalam itu tapi itu dulu
Sebelum ada hati lain
Pernah berjuang itu pernah
Pernah terjatuh juga pernah
Pernah bersama kita tapi itu dulu
Pada akhirnya pisah juga

[Chorus]
Aku tak kau anggap ada cerita
Aku tak kau anggap ada derita
Tapi kamu berlaku bagai pemilik ragaku
Tapi aku letih juga
Lebih baik kita masing-masing

[Verse 2]
Pernah sesakit ini pernah
Tapi kamu yang paling sakit
Walau rasaku ini sakit tak berdarah
Apa rasanya jadi aku?
 


nota kaki : Ini yang saya rasa disaat perpisahan berlaku. Itu rasanya yang dilakukan. Setiap bait dalam lagu ini menggambarkan rasa. Setelah bawa diri masing-masing hidup sendiri dengan cara masing-masing. 

Friday, 25 August 2023

Takkan hilang - Budi doremi



 Jangan pergi dari diriku

Tak sanggup harus hidup tanpamu

Kar'na jauh lebih indah
Bila kita bersama
Seperti yang terjadi kemarin
Kini harus aku lewati
Langkah demi langkah yang menyepi
Membalut luka lagi
Yang kutahan hingga kini
Habis sudah nafasku
Menyebutmu namamu, ho-oh
Takkan hilang cintaku padamu
Takkan hilang walau kau memilih pergi
Takkan hilang
Sampai di ujung waktuku
Mencintamu
Tak terganti
Takkan hilang cintaku padamu
Padamu, wo-oh-oh-oh-ho, ho-oh
Takkan hilang cintaku padamu
Takkan hilang walau kau memilih pergi
Takkan hilang
Sampai di ujung waktuku
Takkan hilang
Takkan hilang
Sampai di ujung waktuku
Takkan hilang cintaku padamu
Takkan hilang walau kau memilih pergi
Takkan hilang
Sampai di ujung waktuku
Mencintamu, wo-oh-oh-ho
Ku masih mencintaimu




nota kaki : setahun berlalu dan rasa itu tetap tidak hilang. barangkali kamu sudah move on atau mungkin tak pernah ada rasa itu buatku tetapi bagiku semua ini takkan hilang. seperti bait lagu ini sampai di ujung waktuku mencintamu. Doaku untukmu harap dikau bahagia dan sihat bersama your circle dan lain. 

Friday, 12 May 2023

Sendiri


Bismillahirahmanirahim



    S-E-N-D-I-R-I- adalah satu perkataan yang menunjukkan rasa. Selalu kita dengar manusia minta untuk dibiar sendiri atau memilih untuk sendiri. satu frasa yang kadang rasa lebih negatif dari positif. Sendiri itu kadang kala membosankan tetapi juga menenangkan. Terkadang manusia perlu memaksa diri untuk menyendiri kerana dunia ini sangat sibuk sehingga kita tidak ada rasa tenang yang hakiki. Cuma satu sahaja yang perlu diingati, kita manusia adalah ciptaan yang perlu berhubung/bersosial. Jangan terlalu lama sendiri kerana jika kita terlalu asyik sendiri akan hilang makna manusiawi. 

Sendirilah, jika itu membuatmu nyaman. Sendirilah, jika itu membuatmu jadi lebih baik. Sendirilah, jika itu membuatmu lebih bahagia. 


nota kaki : waktu bersendiri yang paling indah ialah sendiri bersama ilahi. 







Wednesday, 3 May 2023

Terjanji - Mikha Angelo


 




Dari satu kejadianKepada dua manusiaLahir sebuah impianAda angan yang terpendamDari hati yang terdalamMasa depan yang sempurna

Itulah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya..Selamanya..

Perlahan kita melangkahDiiringi tangis dan tawaTapi aku bahagia selama kamu adaWalau tak selalu mudah

Itulah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya..

Itulah aku dan kamuTerikat menjadi satuAbadi lewati batas waktuSelamanya..Selamanya..

Oh aku tak tahuHarus bagaimanaSemua akan berubah bila ku tanpamuBagai berlari tanpa kakiKu takkan bisa pergiKu butuh kamuDan semakin ku coba pegang kendaliAku kembali ke tempat yang samaApa aku harus matiTuk temukan mu lagiDi hidup yang lain

Inilah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya

Itulah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya..

Itulah aku dan kamuTerjanji menjadi satuAbadi lewati batas waktuSelamanya..Selamanya..Selamanya..




nota kaki : Moga akan ada kamu untuk aku. Jika tidak disini moga di syurga nanti. 

Saturday, 22 April 2023

Eid Al fitri 1444H

 

Selamat Hari Raya Eid Al Fitri 



اللّهُ أكبر، اللّهُ أكبر، اللّهُ أكبر لا إلَهَ الا اللّه، اللّهُ أكبر اللّهُ أكبر ولِلّه الحمدَ 
Segala puji bagi Allah tuhan yang menciptakan kita 
Dari tiada kepada ada 
Raya kali ini adalah erti untuk bersama keluarga 
Keluarga semata-mata dan kurniaan terindah dari Allah apabila keluarga ini jugalah berada bersama disisi. Mama yang tidak sihat sedari beberapa hari sebelum raya telah membuatku gusar. Apa mungkin Allah mahu mengambil yang paling aku sayangi setelah diambil satu lagi dariku. Pulang awal dua hari menjelang raya. Dengan hadir anak-anak buah terasa ada sinar syukur walaupun tiada sedikit rasa ingin beraya. Cuma ramadhan sedih berlalu hiba. 
Dalam keadaan yang risau masih dipersoal tentang diri, juga tidak mampu untuk keluar beraya kerana malu dengan gelar diri, mama yang paling rapat disisi. Kakak dan keluarga juga adalah penyebab senyum terukir dibibir walaupun datang dan pergi rasa gembira itu. Tidak dilupa Jebat, Sultan dan Chicko. Tanpa keluarga ini siapalah saya pada hari ini. Tanpa keluarga juga masih akan mampukah saya menghadap hari esok. Tanpa mama terutamanya apakah akan saya kat menghadapi hari-hari hidup ini. Yang paling utama tanpa Allah disisi masakan mampu untuk saya menghadapi hidup ini kedepan lagi. 
Terima kasih Allah untuk setiap kurniamu yang tidak terhingga untuk hambaMu yang sentiasa diuji. 


pada saat dan ketika ini hanya mama sahaja yang tahu apa yang berada dalam hati 

Anak buah tersayang, tempat menumpang kasih dan sayang bersama dua wanita yang paling adik sayang





nota kaki : Ya Allah kalau nanti kalau diberi peluang untuk masuk ke syurgamu, tidak ada yang aku ingin pinta selain dari dikumpulkan daku bersama ahli keluargaku ini dan baba di Jannahmu. Moga baba dan mama kau letakkan di syurgamu yang tertinggi. 

Monday, 17 April 2023

#Ramadhan2023 -Day 26-




Iftar Dinner for the SMART Team and Op Starlight II Personnel 2023 

A warm up for the upcoming 100th celebrations of Turkish Republic and 101th celebrations of Victory Day. 
A bless night for the great mens and womens who reach out to the citizens of Türkiye during the time of test. Well a remembrance of how me and my colleagues having no weekend for 10 weeks straight to help coordinate aid and help from Malaysia to Türkiye. 

Thank you Malaysia, my homeland.





Tuesday, 14 March 2023

Tak Seindah Wajah - Dayang Nur Faizah

 









Ku sangka aur di pingir tebing
Kiranya tebu di pinggir bibir
Ku sangka jujur pancaran batin
Rupanya palsu penghias zahir
Ku kira hati jiwa nurani
Suci seindah wajah terbayang
Ku kira puji seikhlas budi
Ku lupa lidah tidak bertulang
Di manis gula semut binasa
Kail berduri bersalut umpan
Di manis kata insan terlena
Kerana budi hamba terkorban
Inikah dia lakunan hidup
Di pentas dunia insan berpura
Tipu dan daya pencapai maksud
Budi dan harta merangkum noda
Inikah dia lakunan hidup
Di pentas dunia insan berpura
Tipu dan daya pencapai maksud
Budi dan harta merangkum noda


nota kaki : lagu ini telah diulang dengar selama 2 bulan. Dalam serta puitis maksud tersirat dan tersurat. Lagu ini ditujukan buat kamu. Kamu yang menyakitkan hati saya. Hanya Allah sahaja yang mampu membalas rasa ini. 

Saturday, 31 December 2022

2022

 

Bismillahirahmanirahim 


2022, Tahun ini adalah tahun yang bagi saya paling panjang sekali saya rasakan sepanjang hidup saya. 

Januari 2022 - Saya tinggalkan bumi Istanbul untuk kembali ke KL untuk hidup baru 

Februari 2022 - Interview kerja kali 3 dan persiapan majlis perkahwinan 

Mac 2022 - Saya mendirikan rumah tangga dengan dia yang saya sangat cintai seikhlas hati+mula kerja formal pertama 

April 2022 - Cuba menyesuaikan diri dalam hidup baru ( kahwin,kerja,belajar)

May 2022 - Peperiksaan PhD 

Jun 2022 - Ditugaskan untuk iring delegasi former Minister 

Julai 2022 - hari lahir 31

Ogos 2022 - Cerai (pengakhiran jodoh) + sambutan 100 tahun victory day Türkiye+lawatan rasmi Menteri Luar Türkiye

September 2022 - Lawatan rasmi Menteri Tenaga dan Sumber Asli Türkiye+Spartan Stadium Race JB

Oktober 2022 - Iring delegasi tetamu Raja Permaisuri Agong dan turut serta program bersama Permaisuri + sambutan 99 tahun republic day Türkiye 

November 2022 - Kerja luar negeri pertama 

December 2022 - Reflection time+plan and re-ME


Ada kala rasa lelah dan juga rasa payah tetapi setiap yang kita rancang itu akan dan tidak akan berlaku. Semua itu bergantung kepada ALLAH. Moga tahun 2023 menjadi tahun untuk bangkit, bersemangat dan menjadi lebih baik. Terima kasih 2022 untuk tahun yang memberi semua rasa, pengalaman dan rahmat dalam satu tahun yang panjang. Segala sesuatu itu adalah kurniaan dari Allah dan akhir matlamat kita adalah berjumpaNya.  



Dengan lafaz bismillah. Assalamualaikum 2023. 





Tuesday, 26 July 2022

Menghitung hari

 

Bismillahirahmanirahim




Akhir sekali saya menulis adalah pada hari lahir saya. Hari lahir yang ke 31. Hari dimana saya rasa adalah yang paling biasa. Tiada sambutan seperti selalunya di malam hari. Seperti yang saya nyatakan di post tersebut. Malam itu saya menulis blog itu setelah makan malam dan selepas itu terus tidur. Rasanya seperti hari-hari biasa sehinggalah hari ini. Satu sahaja syukur yang dirasa kerana Allah masih lagi memberikan ruang dan peluang untuk diri ini hidup dan merasa amenjadi manusia di dunia. Pada saat ini juga saya memahami dan mengerti kehidupan di dunia ini hanyalah persinggahan sahaja ke destinasi abadi iaitu syurga inshaAllah. Kita sebagai manusia seringkali terlupa dan alpa dengan kenyataan ini kerana kita hanyut dengan kehidupan di dunia. Saya tidak menghukum sesiapa kerana saya juga manusia dan ini peringatan untuk diri sendiri juga. 


Allah telah nyatakan dalam ayat surah Al Mulk ayat 2 : Hidup ini tidak lain adalah ujianApa sahaja yang dihadapkan dihadapan juga setiap ujian itu ada rahmat. Hujung minggu lepas alhamdulillah saya dapat menghadiri 2 days event Dr Omer Suleyman(moga diberi izin untuk saya menulis tentang 2 hari yang penuh dengan barakah dan peringatan kepada Allah). Banyak sekali saya pelajari dan rasa terpukul serta digerakkan hati yang sudah barangkali keras atau tidak numb (tidak merasa apa-apa). Satu perkara yang Dr Omer kongsikan ada hari tersebut adalah tentang rahmat dalam ujian. Barangkali kita merasa berat sekali ujian yang diberikan kepada kita sedangkan itu boleh jadi saham kita di akhirat. Dr Omer juga ada berkongsi tentang bagaimana Allah mengabulkan doa kita. Ada doa kita yang Allah jawab terus, ada yang Allah lindung kita dari dapatkannya dan ada yang Allah telah simpankan untuk akhirat nanti. Yang akan membantu kita dalam jalan ke syurganya. Itulah yang terbaik kerana apa sahaja yang Allah berikan di dunia ini akan habis bila kita tinggalkan dunia dan yang kekal adalah bekalan yang kita ada untuk jalan seterusnya menuju Allah. Alangkah beruntungnya kita kalau kita sedar yang dunia ini hanyalah tempat mencari bekal ke arah kehidupan yang abadi nanti. Satu lagi ayat al Quran surah Al Baqarah ayat 214 sangat dekat dengan saya pada ketika ini untuk memahami situasi yang dihadapi 


أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”


Terkadang kita manusia akan lebih banyak dengan Tuhan apabila kita bersedih dari kita gembira. Itu sebenarnya adalah bahagia sebenar kerana ini menunjukkan Allah itu sentiasa ada dengan kita walaupun kita yang banyak tinggalkan dia. Ingat tak ada satu hadis kudsi yang menyatakan Barang siapa yang mencoba mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Barang siapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa. Barang siapa yang mendekat kepada-Ku dengan cara berjalan maka Aku akan menyongsongnya dengan cara berlari kecil.'' (HR Bukhari). Saya ingin ingatkan diri saya dan sesiapa sahaja yang membaca blog saya ini untuk dekatkan diri dengan Allah dan percaya allah itu dekat dengan kita. Be it anything you have done with life or face or almost did, Allah is always there for you. He is close and never far. Never let yourself lost that. 


Sejak dari hari itu, terkadang saya dapat tidur dengan aman. Ada ketika saya tidak dapat tidur lansung. Terkadang tiada mimpi ada juga ketika mimpi ngeri. Ada waktu saya tenang ada waktu saya resah ada juga waktu saya berduka. Emosi kita sebagai manusia itu seperti 4 musim. Ada ketika seperti musim panas dipenuhi amarah, ada ketika musim bunga penuh dengan cinta dan sayang terkadang mendung dan kelam seperti musim luruh. Begitu juga emosi saya. Kalau ditanya waktu ini di musim manakah emosi saya, tiada jawapan spesifik untuk itu. Ia susah untuk digambarkan ada ketika seperti kapal ditengah laut yang gelora. Ada waktunya seperti di air tenang dibawah terik matahari. Ada juga angin bertiup tanpa arah. Yang pasti ketika hampir dipelabuhan seketika adalah bila saya berdamai dengan diri dan menerima rasa sayang dari keluarga serta sahabat-sahabat. 


9 hari lagi kurang lebih adalah waktunya. Waktu apa? Waktu yang barangkali saya perlu memungut semangat untuk kuat dan telan segala emosi yang ada. Juga yang paling saya syukur mama akan bersama juga yang paling utama doa dari mama yang menguatkan segalanya. Saya juga berdoa dan memohon doa dari mereka yang membaca blog ini untuk segalanya dipermudahkan. Doa orang yang dianaiya itu Allah akan dengar dan paling utama Allah Maha mengetahui. Segala yang berlaku juga segala yang benar. Juga Allah maha pengasih pengampun dan penyayang. Moga hikmah dari segala sesuatu itu akan dipelajari. 


يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.



nota kaki : Moga Allah hadirkan ikhlas dan redha buat saya. Selagi mana nyawa belum dihalkum atau leher ruang taubat Allah itu ada. Moga kita tidak terus terleka dengan dunia. Moga dapat kita seimbangkan hidup didunia dan persiapkan bekalan akhirat kita. Allahuakram. Allah ArRahman ArRahim. 

Tuesday, 12 July 2022

Bismillah 31

 



Terima kasih Tuhan 
untuk 31 tahun rasa hidup di dunia
Terima kasih Tuhan 
kerana masih diberi rasa 
Terima kasih Tuhan 
syukur untuk segala ujian dan rahmat dariMu 
Terima kasih Tuhan 
asbab hidup masih belum sempurna 
Terima kasih Tuhan 
menjadi yang tiada menjadi ada dan sebaliknya
Terima kasih Tuhan 
menunjuk arah ke syurga 
Mungkin bukan lurus dan penuh liku 
Yang utama satu 
Jalan pulang kepadaMu 
Kerana dunia ini hanya persinggahan semata-mata


Tahun ini sambutan tidak seperti sebelumnya. Tahun ini banyak habis dengan diri dan berdiri di kaki. Tahun ini syukur masih dapat kek. Mama dan kakak hantar ke pejabat, di kongsi bersama teman sekerja.  Terasa seperti waktu di sekolah. Mama kiriman Tuhan yang terindah. Moga diberi rahmat dan jannah tertinggi. Di tengahari pula Adam dan Sorfina muncul di office untuk surprise kek dan lunch. Kiriman mesej dari sahabat sejati memberi warna kepada hari yang sepanjang hari hujan. Emine hanim bagi sutlu cay dan beberapa pegawai datang untuk mengucap selamat. Diri ini menanti ucapan dari yang satu itu akan tetapi tiada berkunjung tiba. Mungkin benar tiada jodoh buat kami. Saya doakan kita semua mendapat pengakhiran yang baik walauapapun berlaku ditengah mahupun ditepi waimah awal. Moga jalan menuju tuhan itu memberi seribu satu pengajaran dan pedoman. Moga tahun ini saya lebih tabah, sakti dan gembira. Moga akan muncul sinar bahagia mengejar meskipun tidak didunia pasti diakhirat nanti. 



Selamat Hari Mira
You're strong and independent women 
may Allah always with you 




Di langit Tuhan aku memohon, ditunjukkan kebenaran , diteruskan sabar dan kuat menghadapi dugaan. 
Moga 31 menjadi permulaan kepada sesuatu yang baru.



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

Monday, 11 July 2022

2 jam akhir sebelum melangkah ke umur 31

 

Bismillahirahmannirahim 



SubhanaAllah Alhamdulillah Allahuakbar. 

Disaat saya menulis blogpost ini jam menunjukkan 2158 hours. tinggal kurang lebih 2 jam sebelum saya melangkah ke umur 31 tahun. Saban tahun apabila masuk atau melangkah ke hari lahir, ia adalah waktu yang paling saya nantikan. Tiada pernah lagi dalam seumur hidup saya tidak menyambut tanpa kek sekecil- kecil kek adalah sepotong kek. Tahun ini barangkali tidak disambut dan lebih kepada syukur yang saya panjatkan. Banyak sekali yang berlaku didalam hidup saya setelah melangkah ke umur 30 tahun. Banyak Allah hadirkan rahmat ujian kerana sayangNya Allah kepada hambanya yang hina ini. 


Umur 30 tahun titik permulaan dekad ke tiga hidup yang pasti saya tidak akan lupakan sepanjang hidup saya. Semakin tambah umur, semakin banyak dipelajari, dihadapi, ditempuhi, ditangisi, dirai dan diteladani. Sungguh kalau boleh saya mahu luahkan akan tetapi tidak terluah dengan kata-kata kerana rasa itu susah diungkap. Secara ringkas Allah banyak mengajar saya didalam umur 30 tahun. Diwaktu ini dihadirkan cinta dan ditarik semula. Disaat ini diberikan semua mahu tetapi ditinggalkan yang perlu. Ditika itu dihadirkan satu persatu ujian yang barangkali pada mulanya tidak pasti boleh menghadapinya akan tetapi tersungkur meratapi tapi satu yang pasti Allah tetap disisi. Waktu itu jugalah Allah terbitkan rasa dan faham bila mana yang hadir bersama adalah yang betul-betul mencintai dan yang sangat mencintai diri ini bukan yang diri ini terlampau cintai. 


Sungguh Allah itu menguji hambanya kerana kasih dan sayang. 

Sungguh Allah uji hambanya untuk hanya patuh dan sujud padanya. 

Sungguh Allah hadirkan payah untuk hambanya untuk hanya bergantung padanya. 

Sungguh Allah terbitkan syukur agar hambanya sentiasa denganNya. 

Sungguh Allah izinkan hancur untuk dibangkitkan hanya untukNya. 

Sungguh Allah ambil yang disayang kerana ingin memberi yang lebih baik untuknya. 

Maka siapa kita untuk bersoal kerja Allah kerana kita hanya hambanya. 


Dikala umur 30 tahun Allah hadirkan ujian demi ujian untuk membentuk diri ini. Memahami tugas di dunia ini dan mengerti betapa dunia ini melelahkan dan hanya tempat persinggahan. Mungkin ada ketika saya juga rebel pada Allah akan tetapi di ketuk semula hati ini untuk mengerti yang Allah itu yang esa dan kuasa. 


Ya Allah terima kasih atas segala ujian dan rahmah yang diberikan kepada hambamu ini. Maaf kerana rebel. Terima kasih kerana masih mendakapku dengan erat dan masih disitu disaat saya dihujung hitungan detik. Moga di umur 31 tahun saya lebih matang, sihat dan syukur. Yang paling utama sentiasa dekat denganmu Ya Rabb. Moga dijauhkan dari lagha dan dihadirkan syukur dan cinta sesama ciptaanMu yang juga mencintaimu. Saya disini memaafkan mereka yang pernah membuat hati ini terluka dan meminta maaf sekiranya ada yang terluka dengan kata, sikap dan apa sahaja yang saya pernah lakukan. 


Ya Rabb, moga esok harinya cerah. Bahagia. Tiada air mata tapi syukur yang utama. Moga Ya Allah saya lebih kuat dan tersenyum sentiasa. Juga beroleh kesempatan untuk berkata-kata dan bersyukur dengan setiap yang dihadirkan. Moga ditutup aib diri dan keluarga. Moga hanya kasih sayang yang dicurah. Dijauhkan dari perkara yang kau benci dan tidak kau redhai. Dimaafkan kesilapan diri. Diberi ruang dan peluang berbakti. Dimurahkan rezeki. Dijauhkan dari sifat mazmumah, hasad, syak wasangka dan sebagainya. Dapat memberi dan menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Yang paling utama dapat bersyukur padamu. Terima kasih ya Allah. Terima kasih Mama kerana syurga dunia mama sediakan membawa jalan ke syurga. Hanya syurga tertinggi yang layak mama masuk bersama baba. Moga kita semua dikumpulkan disitu.


Allahumma ameen. Moga ada bahagia menanti esok ya rabb. 

Moga kau kuatkan diri dan hatiku. 

Moga kau lembutkan hati dia.

Moga aku berbahagia hendaknya dibalik ujian yang kau berikan. 

Terima kasih Allah untuk umur 30 dan moga kau izinkan aku melangkah ke umur 31 dan seterusnya. 



nota kaki : alhamdulillah ala kulli hal kerana Allah beri nikmat rasa dalam ujian yang besar dariNya. Semua keranaNya dan izinNya. 






Saturday, 11 December 2021

Ujian dan Harapan di hujung 2021

 

Bismillahirahmanirahim 



Dengan nama Allah saya mulakan rasa hati ini. Rasa yang barangkali tidak boleh diungkap sepenuhnya serta diluah dalam blog ini. Bukan untuk mengeluh tetapi berat rasanya apa yang saya rasakan kali ini. Sampai satu ketika itu hanya Alhamdulillah ala kulli hal yang mampu saya ungkap dibibir saya. Sesekali ada juga rasa ingin menggetuskan soal "kenapa aku ya rabb yang kau pilih untuk hadap ujian yang besar ini?" cepat - cepat tika waktu itu tiba saya beristighfar panjang. Kerana Allah bersabda dalam surah al baqarah ayat 286 : ALLAH tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Sungguh setiap kali teringat ayat ini saya kembali cuba melihat dan menyingkap hikmah serta rahmat dalam ujian yang Allah berikan pada saya. Walaupun terkadang lelah dan terseksa rasanya emosi tetapi rahmat hidup serta bangkit pagi esoknya memberi harap adanya peluang di hari baru. 


Kisahnya begini, rancang saya dari segi pulangnya ke kota 1000 menara di awal bulan september lalu adalah untuk daftar dan duduk " phd comprehensive exam" yang wajib untuk diambil oleh pelajar PhD di Turki. Kiranya seperti national exam untuk. menentukan sama ada kita layak atau tidak menulis PhD thesis kita. Peperiksaan ini adalah sama seperti yang dilaksanakan di USA. Akan tetapi mengikut nasihat dan pemantauan ketua jabatan sejarah universiti saya Prof Halil Berktay, saya perlu habiskan dulu subjek wajib jabatan sebelum masuk exam tersebut yang kurang lebih 3 belum dihabiskan. Sedari itu saya sudah mula rasa resah dan luntur semangat. Kelas semester ini pun diduduki seperti acuh tak acuh dan dalam kira waktu yang sama perihal kerja dan majlis perkahwinan juga menyinggah. Semua sekali dihadap ya Rabb. Lama kelamaan saya mula redha dan teruskan semester seperti biasa. 


Menjegah masuk ke bulan disember, to be exact 6.12.21 saya dikejutkan dengan perkhabaran oleh supervisor saya yang saya wajib menduduki peperiksaan tersebut semester. Sekiranya saya tidak menduduki peperiksaan tersebut saya akan dibuang nama sebagai pelajar PhD dan itulah pengakhiran jalan saya disini. Dunia terasa gelap apabila saya menerima perkhabaran tersebut. Hari selasa saya pergi berjumpa coordinator exam tersebut yang kemudiannya memarahi saya kerana saya sudah cukup dewasa untuk ingat dan mengingatkan prof yang saya wajib ambil exam tersebut. Dengan komentar beliau terhadap CGPA saya yang tidak memuaskan beliau tambahan pula dengan sikap saya yang diam membatu di dalam kelas telah menambahkan lagi rasa tidak puas hati beliau terhadap saya. Saya sedar saya ini bukanlah pelajar pilihan beliau barangkali ataupun sering dilihat sebagai pelajar lemah di jabatan kami akan tetapi satu sahaja saya teruskan. Teruskan belajar, menimba ilmu dan tidak putus asa. Itu sahaja yang saya ada. Beliau akhiri kata dengan satu cara kami boleh buat adalah untuk ambil markah dari keputusan kelas elektif dan diconvertkan kepada kelas wajib dan teruskan dengan exam tersebut yang sekali lagi beliau tegaskan saya akan fail. Akan tetapi sekiranya fail akan ada peluang kedua disemester depan untuk saya buat lagi dan perlu berusaha sehabisnya untuk pass.



Hari seterusnya saya berjumpa dengan ketua jabatan Prof Halil Berktay dan beliau sangat optimis membantu saya dengan plan dan kata-kata semangat. Beliau turut menyatakan beliau pernah berada ditahap saya dimana di tahun 70 an markah beliau untuk exam sedemikian hanyalah cukup makan dan bukan yang terbaik. Selang waktu saya bertemu dengan Dr Fatih, salah satu lecturer yang saya paling suka dan hormati kerana apa sahaja yang beliau ajar pasti saya ingat dan beliau adalah definisi guru yang bersungguh dalam setiap sesuatu yang diajar. Beliau menyatakan pada saya cadangan dan pandangan apa yang perlu saya lakukan. Dengan kehidupan serta kerjaya beliau nyatakan satu perkara penting yang perlu dibuat adalah SUSUN MASA AWAK DENGAN BETUL. Kehidupan selepas berkahwin dari sudut pandang beliau terutama bagi wanita Islam itu tidak mudah kerana tanggungjawab wanita selepas berkahwin itu berat. Akan tetapi dengan bantuan dari pasangan yang memahami pasti boleh dilalui dengan baik. Seterusnya adalah salah satu lecturer yang bertanya tentang saya dan bertanya mahukah awak kongsi apa yang mengusarkan awak? As simple as ARE YOU OK? DO YOU WANT TO SHARE WITH ME? sudah cukup membuatkan air mata saya bergenang kerana seorang guru yang sungguh-sungguh bertanya tentang anak muridnya. Dr Fatih juga berkata NURAMIRAH, I AM SINCERELY TELLING YOU AT THE MOMENT THAT DURING THE LAST DEPARTMENT MEETING I MENTIONED TO ALL THE MEMBER OF THE DEPARTMENT THAT YOU IMPROVE ALOT GRADUALLY FROM FIRST SEMESTER AND AT THE BEST THIS SEMESTER. Saya terharu dikala saya rasa tahap motivasi sudah ditahap paling bawah ada kata-kata yang membuat saya tidak mahu berhenti dari berharap dan jalan terus dalam jalan PhD ini. 





Hari khamis menjelma dan ia adalah hari saya bertemu dengan supervisor saya iaitu Dr Vehbi, beliau ajak saya berjumpa di pejabat beliau di Sulaymaniye kampusu. Di kampus yang paling saya sukai. Disini beliau nasihatkan saya untuk lakukan yang terbaik. Memberi saranan dan cadangan untuk meminda thesis saya dan field yang akan saya fokuskan ke hadapan untuk pengajian serta menuju ke peperiksaan yang tersusah dalam pengajian PhD. Disaat itu juga beliau memberikan cadangan untuk digunakan pejabat beliau bila sahaja saya perlukan untuk dijadikan tempat belajar atau mana-mana tempat dikawasan kampus tersebut. Selain itu, beliau juga memberi saranan untuk pergi ke davutpasa medrese untuk belajar dan sekiranya mereka tanya khabarkan sahaja awak adalah anak murid saya. Benar dalam setiap ujian pasti ada kemudahan. Amalina juga seorang teman seangkatan yang juga sedang calon PhD di Marmara Universiti telah memaksaku ke perpustakaan topkapi berhampiran rumah untuk dimanfaatkan ruang itu untuk dijadikan ruang belajar dan fokus. Bagi saya, tempat terbaik untuk belajar untuk saya adalah rumah dan saya manfaatkan masa disini dari keluar. Esok barangkali saya akan keluar untuk belajar diluar. Tambahan jika dirumah tidak perlu keluarkan duit untuk berbelanja.

 


Hari jumaat tiba dan ini adalah klimaks dalam minggu ini apabila saya di khabarkan sekiranya saya tidak selesaikan isu transfer subjek elektif ke major saya akan dibuang dari universiti dan dalam masa tidak juga akan dapat duduk untuk peperiksaan yang paling susah itu. Dalam erti kata yang lain pengakhiran dalam kehidupan dan jalan juang saya sebagai pelajar PhD di Istanbul dan Ibn Haldun Universiti. Pada tika itu, saat itu dan detik itu walaupun muka saya masih tersenyum tetapi Allah sahaja yang tahu apa yang saya rasakan didalam. Ingin sahaja saya menjerit akan tetapi supervisor saya sendiri tidak memberi reaksi yang menyuruh saya give up sahaja dalam perjuangan ini. Beliau menasihatkan saya terus tegak dan jalan terus. Fight for my right against this chaotic situation until the end. Masih lagi dengan harapan saya menghabiskan satu bahagian peperiksaan sebelum akhir bulan ini. Rabu saya rasa ada sinar tapi jumaat jadi kelam. Saya kemudian keluar dari pejabat supervisor. Duduk di meja postgraduate dan menulis email memohon rayuan dan bantuan dari ketua jabatan dan koordinator. Maruah saya buang ketepi dan seperti mengemis untuk bantuan dari mereka kerana mereka sahaja yang mampu membantu. Yang paling utama apabila teringat mama menangis maklumkan mahu saya habiskan pengajian dan mahu lihat saya graduasi kerana ini hasratnya. Saat itu juga mama katakan mama doa sehabis mampu, derma sehabis mampu untuk Allah berikan kekuatan dalam ujian yang besar diberikan kerana pasti ada benda ya Allah nak berikan di akhir nanti. 


Habis menghantar email kepada Prof dan Dr tersebut saya kemas barang dengan kadar segara dan terus menuju ke surau fakulti. Sambil menunggu waktu solat asar saya menangis kerana berasa sangat sedih diwaktu itu dan hanya Allah sahaja yang saya ada pada detik tersebut. Selepas solat asar saya terus menuju keluar kampus dan kelihatan matahari bersinar di hujung pintu utama. Sesaat kemudian setelah saya langkah keluar hujan turun seakan menyambut dan mendakap saya yang sedang bersedih. Namun, saya percaya dengan rahmat hujan itu turun seperti doa yang sering dibaca sewaktu doa turun Allahumma Soyyiban Nafi'a - Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat . Saya melangkah ke bus stop dan terus menuju ke destinasi seterusnya. Pada mulanya ingin terus pulang ke rumah tetapi hati berbisik mengajak pergi ke Aya Sofya untuk mengutip semangat kembali. Kerana saya perlukan dakapan dari salah seorang sahabat yang paling saya sayangi dan percaya, hadir sahabat tersebut menanti di station sultanahmet. Nisa, salah satu adik saya dan sahabat kiriman Allah pada saya menanti saya disitu. Keluar station terus saya dakap dia dan menangis dibawah rintikan hujan di waktu maghrib. Kami solat bersama di aya sofya dan kemudian saya tinggal sahaja menanti solat isya' dan berlalu pulang selepas itu. 




Menulis disini bukan untuk mengadu akan tetapi untuk dikepilkan dan direkodkan ujian ini yang berat mungkin pada saat ini. Pasti dan ada asbabnya ia berlaku sedemikian kerana Allah telah merancang dan seperti dalam surah al-insyirah FA INNA MAAL USRI YUSRA, INNA MAAL USRI YUSRA . Beringatlah dalam ujian pasti ada rahmat dan dalam rahmat ada harapan. Hidup ini kalau tiada ujian tiadalah pelangi. Seperti jalan menuju syurga Allah itu payah tetapi di penghujungnya yang pasti. Moga - moga saya dapat lewati hari yang sukar ini. Moga ujian yang dihadirkan adalah untuk mengangkat diri melakukan yang lebih baik dan semoga mereka yang Allah hadirkan untuk membantu disaat sukar ini dan mereka yang memberikan kesukaran itu Allah berikan ganjaran rahmat yang terbesar buat mereka. 




Akhir kalam, doakan saya dapat jadi anak mama yang kuat. Dapat graduate on time. Dapat memberi peluang mama menyarungkan jubah konvokesyen doktora saya. Dapat bawa semua ahli keluarga hadir ke majlis konvokesyen saya dan dapat menjadi sejarawan Ummah. Jalan yang saya pilih ini tidak mudah. Liku dan payahnya banyak akan tetapi ini bukanlah akhirnya. Jalan mereka yang membaca blogpost ini juga sama. Yang pasti tawakal dan tabah serta hadapi dengan senyuman setiap yang berlaku. Mohon sekali lagi doakan saya. Saya simpan doa untuk kalian juga. 





1346PM 

Dimeja belajar rumah capa 

Istanbul, Turki 

Thursday, 2 December 2021

Harapan dan Mengharap

 

Bismillahirahmanirahim 


Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Itu adalah doa dan sebutan yang sering membasahi bibir seawal membaca kalimah suci al Quran mahupun memulakan apa sahaja dalam setiap yang dilakukan. Ia adalah kalimah yang mengingatkan kita betapa hidup ini perlu bersandarkan dan memohon kepada Allah pencipta sekalian alam. Terkadang menjadi manusia itu pasti kita akan terlupa dengan keperluan dalam melakukan sedemikian. Nasihat saya apabila teringat terus lafazkan tanpa perlu difikir perlu di awal mahupun diakhiri kerana yang paling utama itu nawaitu dan kemahuan ingin dinyatakan. 

Berbalik kepada tajuk post ini harapan dan mengharap. Harapan adalah satu tindakan dimana kita memberi, merasa dan menunggu kepada sesuatu yang kita inginkan dan kata ganti untuk tindakan itu adalah mengharap. Dalam kehidupan ini kita sering kali berbuat seperti ini bukan? Juga tidak kurang dengan kata-kata mengharap pada yang tak pasti. Bagaimana pula situasi untuk pengharapan pada perkara/benda yang sudah pasti? Sukar sungguh permaknaan kata yang saya soalkan ini kerana sudah pasti jawapan dari satu individu ke yang lain adalah berbeza. 


Persoalan dalam persoalan, apa makna harapan? apakah kita boleh mengharap atau harapan itu adalah sesuatu yang tiada kepastian dipenghujungnya? Apakah masih ada harap? Lontaran soalan ini boleh bercambah tanpa henti dan jawapannya mungkin ada atau barangkali tiada terus. Jadi kita bagaimana? Bagaimana kita akan cambahkan atau jawab apabila disoal tentang ini?



Wednesday, 29 September 2021

Tahun ke 7 di Istanbul


 

Bismilillahirahmanirahim 




Pada 16 September 2021 dengan pesawat Emirates saya telah terbang pulang ke negeri yang saya anggap rumah kedua saya iaitu ISTANBUL. Sepatutnya saya terbang pada 5 september akan tetapi Allah ada perancangan yang lebih baik buat saya. Baru saya teringat pada saat saya ingin menulis post ini dimana pada tarikh yang sama 7 tahun yang lalu saya telah terbang ke kota dua benua ini untuk melanjutkan pengajian dalam sarjana sejarah Islam. Sungguh 16 september ini tarikh yang keramat bukan hanya untuk saya tetapi untuk Malaysia. Kali ini saya pulang ke Istanbul dibawa bersama rindu dan misi yang perlu diselesaikan. Juga ia adalah barang kali yang terakhir saya tinggal lama kerana saya perlu segera selesaikan semester ini dan pulang ke Malaysia untuk tugasan yang sudah menanti disana. Akan tetapi saya pasti ini bukan perpisahan dan inshaAllah dengan izin Allah saya akan kembali ke kota ini setiap 3-6 bulan untuk menyelesaikan PhD saya. 








Sebelum sampai ke Istanbul 





Kali ini pertama kalinya saya terbang dengan penerbangan Emirates menuju ke rumah kedua saya. Sebelum itu, saya singgah di Dubai, ibukota United Arab Emirates. Penerbangan dari Malaysia ke Dubai mengambil masa kurang lebih 6 jam 30 minit. Setibanya di kota tersebut saya disambut dengan panggilan azan subuh di negara tersebut. Sungguh mendamaikan. Serta membuatkan saya berasa sebak kerana syukur masih diberi peluang mendengar laungan tersebut setelah tempoh perjalanan didalam kapal terbang diiringi terbulance yang berlarutan. Saya juga masih lagi tidak hilang ketakutan menaiki pesawat disebabkan peristiwa dulu tika dalam perjalanan pulang ke Istanbul dari Saudi. 






Sungguh saya teruja setelah keluar dari balai ketibaan terutama sekali apabila saya terlihat kelibat sahabat saya yang telah menunggu saya sejak awal pagi. Junior sekolah menengah saya SuXian yang sedang bekerja di UAE itu kelihatan sangat excited melihat saya muncul setelah hampir sejam menanti. Kami memulakan eksplorasi Dubai di pagi khamis seawal pukul 630 pagi. Disaat ramai penduduknya baru bangun dan bersiap ke tempat kerja kami ke tempat-tempat yang wajib pergi untuk pengunjung ke Dubai. Bermula dengan Gold bazaar (masih tutup bila kami tiba), ke museum of Dubai. Menyelusuri teluk Dubai dengan bot ke heritage village Dubai. Kami akhiri eksplorasi yang saya panggil sebagai mukadimmah itu dengan melihat Burj Khalifa dan menyejukkan badan kami di Mall of Dubai. Cuaca ketika saya sampai adalah kurang lebih 40 darjah celcius yang saya kira sangat-sangat panas. Keluar awal pagi adalah perancangan yang sangat baik! 



Kurang lebih jam 11 pagi saya telah pulang ke lapangan terbang Dubai dan mengucapkan selamat tinggal kepada sahabat saya di Mall of Dubai. Sepanjang perjalanan pulang ke lapangan terbang, saya dihidangkan dengan landskap moden yang terbina disepanjang jalan. Pada saat itu ia membuatkan saya terfikir, apakah ini yang pernah nabi Muhammad SAW katakan dulu mengenai tanda kiamat. Dimana akan datang satu saat mereka di padang pasir berlumba- lumba membina bangunan pencakar langit. Allahu rabbi sungguh kata - kata junjungan besar nabi Muhammad SAW itu ada benarnya dan terjadi kini. Bila kiamat kita tidak akan tahu tetapi ia adalah pasti. Moga kita dipelihara dari perkara yang tidak baik dan melakukan amal sehabis baik dan mengejar rahmat serta syafaat dari Allah SWT. 


Istanbul Aku Datang 


Penerbangan dari Dubai ke Istanbul mengambil masa kurang lebih 5 jam. Sepanjang perjalanan tersebut alhamdulillah smooth without any turbulance. Cuaca sunny dan sehingga tiba ke Istanbul juga begitu. Hari tersebut adalah hari yang terpanjang bagi saya kerana penerbangan dari Kuala Lumpur bertolak jam 0140 pagi dan saya sampai di rumah saya di Istanbul jam 2000 malam. Hampir 25 jam saya berada di tiga buah negara. Apapun ALHAMDULILLAH ALA KULLI HAL buat pengalaman ini ya Allah. 





Saya bersyukur perjalanan dari airport Istanbul ke rumah was smooth kerana saya telah dihantar pulang bersama adik kesayangan saya Sal aka housemate oleh seorang kenalan bos saya nanti. Kerana paranoid dengan virus yang tidak boleh dilihat mata kasar saya sampai sahaja dirumah terus mandi dan mengemaskan barang-barang. Barang basah terus dikeluarkan dari isi perut bag untuk disimpan di dalam peti sejuk. Dalam pada masa yang sama saya berterima kasih kepada housemate yang sudi pergi membeli makanan untuk saya makan dan ia adalah makanan uyghur yang saya rindukan. Buat masa ini saya makan je apa yang saya craving dan inshaAllah pada 1.10.2021 saya akan mulakan projek fitforwed2022. Moga Allah permudahkan urusan saya. Mohon doa ye semua. 



Berada di Istanbul semula adalah bagai mimpi. Dibalik waktu saya ke tempat lawatan manusia pasti saya tersengih sendiri. Nasib pakai mask kalau tidak mahu dikecam oleh manusia dan setiap isinya. Ada hikmahnya kita perlu memakai face mask ini. Setiap yang dilewati pasti saya teringat pengalaman bersama insan tersayang. Rindu sudah mula bersarang. Moga rindu itu kerana cinta asbabkan Allah mendapat redhanya. Moga juga moment keberadaan disini dapat disimpan sebanyak mungkin memoirnya untuk peringatan di hari tua. Moga juga menjadi momen yang terindah dalam 6 bulan kehadapan. 




Mohon doa semua agar saya dapat lewati 6 bulan akhir di kota dua benua ini dengan baik. Penuh dengan memori dan pengajaran. Penuh dengan keinsafan dan pengenalan secara lebih dengan diri sendiri. Moga kalian yang membaca turut satu hari nanti diberi ruang rezeki dan peluang menjejakkan kaki ke kota ribuan menara ini serta kota dua benua. 



Salam dari kota Islambol