Pages

Showing posts with label jalanterus. Show all posts
Showing posts with label jalanterus. Show all posts

Friday, 12 May 2023

Sendiri


Bismillahirahmanirahim



    S-E-N-D-I-R-I- adalah satu perkataan yang menunjukkan rasa. Selalu kita dengar manusia minta untuk dibiar sendiri atau memilih untuk sendiri. satu frasa yang kadang rasa lebih negatif dari positif. Sendiri itu kadang kala membosankan tetapi juga menenangkan. Terkadang manusia perlu memaksa diri untuk menyendiri kerana dunia ini sangat sibuk sehingga kita tidak ada rasa tenang yang hakiki. Cuma satu sahaja yang perlu diingati, kita manusia adalah ciptaan yang perlu berhubung/bersosial. Jangan terlalu lama sendiri kerana jika kita terlalu asyik sendiri akan hilang makna manusiawi. 

Sendirilah, jika itu membuatmu nyaman. Sendirilah, jika itu membuatmu jadi lebih baik. Sendirilah, jika itu membuatmu lebih bahagia. 


nota kaki : waktu bersendiri yang paling indah ialah sendiri bersama ilahi. 







Wednesday, 3 May 2023

Terjanji - Mikha Angelo


 




Dari satu kejadianKepada dua manusiaLahir sebuah impianAda angan yang terpendamDari hati yang terdalamMasa depan yang sempurna

Itulah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya..Selamanya..

Perlahan kita melangkahDiiringi tangis dan tawaTapi aku bahagia selama kamu adaWalau tak selalu mudah

Itulah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya..

Itulah aku dan kamuTerikat menjadi satuAbadi lewati batas waktuSelamanya..Selamanya..

Oh aku tak tahuHarus bagaimanaSemua akan berubah bila ku tanpamuBagai berlari tanpa kakiKu takkan bisa pergiKu butuh kamuDan semakin ku coba pegang kendaliAku kembali ke tempat yang samaApa aku harus matiTuk temukan mu lagiDi hidup yang lain

Inilah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya

Itulah aku dan kamuBiar dunia berkata apaCintaku terus bertahan lamaSelamanya..

Itulah aku dan kamuTerjanji menjadi satuAbadi lewati batas waktuSelamanya..Selamanya..Selamanya..




nota kaki : Moga akan ada kamu untuk aku. Jika tidak disini moga di syurga nanti. 

Saturday, 22 April 2023

Eid Al fitri 1444H

 

Selamat Hari Raya Eid Al Fitri 



اللّهُ أكبر، اللّهُ أكبر، اللّهُ أكبر لا إلَهَ الا اللّه، اللّهُ أكبر اللّهُ أكبر ولِلّه الحمدَ 
Segala puji bagi Allah tuhan yang menciptakan kita 
Dari tiada kepada ada 
Raya kali ini adalah erti untuk bersama keluarga 
Keluarga semata-mata dan kurniaan terindah dari Allah apabila keluarga ini jugalah berada bersama disisi. Mama yang tidak sihat sedari beberapa hari sebelum raya telah membuatku gusar. Apa mungkin Allah mahu mengambil yang paling aku sayangi setelah diambil satu lagi dariku. Pulang awal dua hari menjelang raya. Dengan hadir anak-anak buah terasa ada sinar syukur walaupun tiada sedikit rasa ingin beraya. Cuma ramadhan sedih berlalu hiba. 
Dalam keadaan yang risau masih dipersoal tentang diri, juga tidak mampu untuk keluar beraya kerana malu dengan gelar diri, mama yang paling rapat disisi. Kakak dan keluarga juga adalah penyebab senyum terukir dibibir walaupun datang dan pergi rasa gembira itu. Tidak dilupa Jebat, Sultan dan Chicko. Tanpa keluarga ini siapalah saya pada hari ini. Tanpa keluarga juga masih akan mampukah saya menghadap hari esok. Tanpa mama terutamanya apakah akan saya kat menghadapi hari-hari hidup ini. Yang paling utama tanpa Allah disisi masakan mampu untuk saya menghadapi hidup ini kedepan lagi. 
Terima kasih Allah untuk setiap kurniamu yang tidak terhingga untuk hambaMu yang sentiasa diuji. 


pada saat dan ketika ini hanya mama sahaja yang tahu apa yang berada dalam hati 

Anak buah tersayang, tempat menumpang kasih dan sayang bersama dua wanita yang paling adik sayang





nota kaki : Ya Allah kalau nanti kalau diberi peluang untuk masuk ke syurgamu, tidak ada yang aku ingin pinta selain dari dikumpulkan daku bersama ahli keluargaku ini dan baba di Jannahmu. Moga baba dan mama kau letakkan di syurgamu yang tertinggi. 

Monday, 6 April 2020

Jangan menangis - Aizat Amdan






Percaya padaku

Tak akan ku lupakanmu
Walaupun ku jauh
Ku sentiasa milikmu
Andainya kau rasa perlu ku
Luah saja sedia ku mendengar
Jangan menangis

Ini semua
Ketentuannya
Jangan berduka
Ku kan selalu
Ada untukmu
Hanya satu ku pinta

Percaya pada diriku
Hatiku hatimu
Serahkan pada yang satu
Andai bersalah maafkanku
Sesungguhnya tiada yang sempurna
Jangan menangis

Ini semua
Ketentuannya
Jangan berduka
Ku kan selalu
Ada untukmu
Bertahan walau apa

Tak kira apa saja
Bertahan walau apa
Bersama selamanya
Wo hu

Percaya padaku

Tak akan ku lupakanmu
Walaupun ku jauh
Ku sentiasa milikmu
Andainya kau rasa perlu ku
Luah saja sedia ku mendengar
Jangan menangis

Ini semua
Ketentuannya
Jangan berduka
Ku kan selalu
Ada untukmu

nota kaki : saya takkan menangis. Kamu juga jangan menangis :) 

Monday, 28 January 2019

Syair Perahu



Syair Perahu

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.

Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.

Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.

Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.


Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.

Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.

Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.

La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.


Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.

Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.

Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.

Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu ‘azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.


Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na’am, siang dan malam.

Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.

Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.

Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.

Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
“yakin akan Allah” nama pawangnya.


“Taharat dan istinja’” nama lantainya,
“kufur dan masiat” air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.

Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
“Allahu Akbar” nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.

“Wallahu a’lam” nama rantaunya,
“iradat Allah” nama bandarnya,
“kudrat Allah” nama labuhannya,
“surga jannat an naim nama negerinya.

Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam’ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.

Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.

Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.

Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.

Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
(baris ini tidak terbaca)

Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.


Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?

La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.

La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma’rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.


La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da’im dan ka’im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.

La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.

La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.

La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma’rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.

La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.

La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.
~ Hamzah Fansuri















nota kaki : saya sangat suka syair perahu ini. moga memberi manfaat buat yang membaca juga!

Thursday, 6 December 2018

Puisi Fikir Singkat




Lalumu di muka bumi, 
untuk beri bakti, 
terkadang bila kau bangkit dari lena, 
kau ada macam rasa, 
ada hari kau bahagia, 
ada hari depresi menjelma, 
ada hari kau penuh harapan, 
ada hari penuh kecewa. 

Kau itu bukan siapa, 
hanya hamba yang hina, 
tunduk mengejar rahmat esa, 
meminta dan merayu, 
pada yang kuasa si pemilik alam semesta. 

Bangkit dan gerak, 
kuatkan anggota, 
jauhkan sikap malas durjana, 
kalau kau tunggu sampai sempurna, 
tidak akan jadi segala. 

Kau ingin ubah tapi tak percaya, 
ego menjadi musuh utama, 
rendahkan ia lapangkan dada, 
kerna kau bukan tuhan tapi hamba. 

Ubah diri, ubah hati, 
tetapkan iman jangan hilang, 
kau boleh jadi berjaya, 
kerna getus hatimu ada yang bicara, 
kau punya kuasa tuhan yang beri, 
supaya berbudi dan berbakti, 
kau pasti berjaya nanti, 
Asal kau percaya pada diri. 


Sanggar Rasa, Capa sehremini, Istanbul, Turki
30/11/2018 

nota kaki : ini rasa aku, ini nawaituku. doakan aku.