Showing posts with label motivation. Show all posts
Showing posts with label motivation. Show all posts
Sunday, 27 January 2019
Monday, 24 December 2018
Unplanned Trip to Büyükada (Prince Island)
Bismillahirahmanirahim.
Welcome Winter. Yesterday marked the start of the first day of winter, winter solace. Nisa on Friday upon finishing class came to hang out with me. I am supposed to meet Kak Hanis late noon but she was a bit busy upon arrival in Istanbul. I first brought Nisa to my favorite coffee shop Dopamine for her to get a sip of my happiness. I was having a little headache due to lack of caffeine and decided to take machiatto with two shots. Nisa went for Chocolate Latte. While sipping the cup of coffee we talked on numerous thing. From studies to reading to self rediscovering. I then came out with an idea of short escape out of Istanbul and the nearest we can go to is islands nearby Istanbul. At the coffee shop, we didn't come into agreement on which Island to visit but later on agree upon Büyükada (Prince Island) as both of us have yet to visit that one.
The next morning, we woke up, packed food and make our way to Eminönü. Upon arrival the boat we should be taking will take off in 5 minutes time but Hafizan and his friend are yet to arrive. We are a little sad with it but while waiting for them we came out with some other option which is Balat or Yildiz Park as an alternative. When they arrived we head straight to the bus stop and subhanaAllah when passing by the Turyol it was stating that the next boat to büyükada is at 1240 noon (that was 10 minutes more). We decided to take it and Alhamdulillah Allah has already decided for us to visit Büyükada on that day. It took around 1 hour and 30 minutes to arrived at Büyükada or Prince Island. The cruise was not smooth and did trigger my anxiety as the tide was so strong that day. I have the vision of sunk boat and etc but Alhamdulillah we reach the Island safely.
The Princes' Islands are a chain of nine rather small islands in the Sea of Marmara. They evolved from a place of exile during the Byzantine era, to a popular destination for tourists and Istanbulites alike to escape from hectic life for a day. Of those nine islands, only four of them are open to the public : Büyükada is the biggest next to it is Heybeliada, Burgazada, and Kinaliada.
As the boat approaching the jetty, I was so happy and later stepping my feet on the land makes me happy as it was a thrill boat ride. First stop is the mosque. We used google map to find for the mosque. It was a historical one as it was built by Sultan Abdul Hamid II in 1895 and was named Hamidiye Camii. Walking through the route in Büyükada it felts relax, there is no car at all. The people of the island mostly used electrical vehicles and not to forget the horse carriage (most islands is famous for it). After prayer, we decided to eat the food we prepared before we set off to explore the Island. While eating we have lots of company by cats. I could say that this Island can be known as Cat Island too because there are so many cats around. They are fluffy and friendly too.
We walk from the mosque later around. While walking I'm mesmerized with the building designed which is of 20th centuries design and of course Mediterranean style. The urban design of the island is very standardized, the house was built parallel with each other and painted with colorful colors. The people of the island is kinda friendly, we even had a brief session with kids who are playing with football by the street. We make our way to the city center where we can see the view of Istanbul from far. We set on next to take a horse ride around the Island. We called it Fayton (Horse Carriage).
The horse ride was around 45 minutes and we had a stop somewhere in the peak area of the island as the horses need to rest for a while. I felt so sad on behalf of the horses because of the need to carry a heavy carriage and me with the rest. I decided during the stop to make friend with the horses one name sirin and another lemen. Sirin is lovely and as her name but the other one is a little shy. We then make our way back to the starting point of the ride and walk to the ferry jetty. As planned to make our way back to Istanbul at around 1730pm. We arrived in Eminonu at around 1900pm.
The trip was a healing retreat for myself. Its been a while since I visited new places. I always hope to have a break from my normal life and surrounding. Let it be in Istanbul nor in Malaysia. Alhamdulillah Ala Kulli Hal for the day. SubhanaAllah Kun Fa Ya Kun, when Allah permits it to happen it will. The air in Büyükada is so clean and the surrounding is serene. With green and historical sites, it is a short escape that heals. One thing I learned is that the limitation one is experiencing in within oneself not others. Be the best for yourself and love yourself. Another thing will come accordingly. Keep your cycle positive, help and love others too. With that, you will live a life with tranquility and happiness.
p/s: thanks to Nisa, Hafizan, Musta'in for the company to Buyukada.
Saturday, 23 September 2017
Awal Muharram 1439H
Bismillahirahmanirahim.
Semua sedia maklum pada hari Jumaat 22/9/2017 kita menyambut awal Muharram 1439 H. Dilihat pada tahun, ribuan tahun telah berlansung kalendar Islam. Sejarah awal pengunaan kalendar Islam ini dikira dari detik hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekah ke kota Madinah. Ibrah dari perpindah junjungan mulia ini membawa kepada satu tingkat yang lain sejarah Islam. Sungguh kita dapat lihat pengorbanan Rasulullah bersama masyarakat Islam yang awal dalam memaknai Islam dalam diri untuk disebarluas ke luar dari tanah sendiri.
SEJARAH HIJRAH RASULULLAH SAW
Dalam beberapa riwayat yang sahih disebutkan bahawa setelah Abu Bakar ra melihat kaum Muslim sudah banyak yang berangkat hijrah ke Madinah, ia datang kepada Rasulullah saw meminta izin untuk berhijrah. Tetapi dijawab oleh Rasulullah saw, “Jangan tergesa-gesa, aku ingin memperoleh izin dulu dari Allah.“ Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau juga menginginkannya?“ Jawab Nabi saw, “Ya.“Kemudian Abu Bakar ra menangguhkan keberangkatannya untuk menemani Rasulullah saw. Ia lalu membeli dua ekor unta dan dipeliharanya selama empat bulan.
Selama masa tersebut kaum Quraisy mengetahui bahawa Rasulullah saw telah memiliki pengikut dan sahabat dari luar Mekkah. Mereka khawatir Rasulullah saw keluar dari Mekkah kemudian menghimpun kekuatan di sana dan menyerang mereka. Maka diadakanlah pertemuan di Darun-Nadwah (rumah Qushayyi bin Kilab, tempat kaum Quraisy memutuskan segala perkara) utuk membahas apa yang harus dilakukan terhadap Rasulullah saw. Akhirnya diperoleh kata sepakat untuk mengambil seorang pemuda yang kuat dan perkasa dari setiap kabilah Quraisy. Kepada masing-masing pemuda itu diberikan sebilah pedang kemudian secara bersama-sama mereka serentak membunuhnya, agar Bani Manaf tidak berani melancarkan serangan terhadap semua orang Quraisy. Setelah ditentukan hari pelaksanaannya, Jibril as datang kepada Rasulullah saw memerintahkan berhijrah dan melarangnya tidur di tempat tidurnya pada malam itu.
MAKNA HIJRAH DARI KACA MATA DIRI
Dalam diri ini, pemaknaan HIJRAH itu bagi saya ada dua, dalaman dan luaran. Hijrah mengikut dalaman pada hemat saya adalah penghijrahan yang didorong logik akal fikiran dan hati. Ini sering kali berkait dengan perubahan dari sudut mental seseorang dan tingkah laku. Selalunya dari yang kurang baik kepada lebih baik. Kita sering mendengar khabar penghijrahan ini sinonim dalam hidup beragama akan tetapi ia melibatkan kerangka yang lebih besar. Sudah tentu penghijrahan kearah lebih baik dalam konteks keagamaan adalah sesuatu yang baik kerana ia akan mendorong seseorang itu kearah positif dan lebih baik.
Dari sudut luaran, saya melihat ini sebagai perubahan dari segi fizikal dan sekeliling. Perubahan ini didorong oleh faktor perseketikaran seseorang itu. Sebagai contoh sekiranya dia berada di lingkungan jemaah dia akan terdorong melakukan perkara yang terbiasa dilaksanakan oleh pihak jemaah tersebut. Satu lagi contoh, sekiranya dia berada didalam kalangan mereka yang menyokong kumpulan bola sepak Real Madrid dia akan terdorong mengikut perilaku penyokong kelab tersebut.
Perubahan kedua-dua aspek ini membawa kepada perubahan secara total seseorang dan ia boleh membawa tarikan sifat positif mahupun negatif. Dorongan dan pengaruh terutama luaran yang banyak mengalirkan daya ubah dalaman. Justeru, seseorang perlulah bijak dalam memilih persekitaran agar tidak membawa diri kearah yang tidak baik mahupun jauh dari yang asal.
PENGALAMAN HIJRAH DIRI
Ingin sekali saya berkongsi dari pengalaman diri HIJRAH saya. Bagi saya yang paling besar HIJRAH pernah saya lakukan adalah berpindah dari Malaysia ke Turki. Asbabnya adalah tawaran biasiswa dari kerajaan Turki dan pengajarannya saya banyak. Kerana asbab yang satu saya belajar banyak sekali yang impaknya pada diri, keluarga dan sekeliling. Saya berjaya memenuhi cita-cita belajar di Turki (Alhamdulillah). Semua ini berkat doa mama dan baba beserta orang sekeliling dan paling utama Allah yang memberi peluang ini. Akan tetapi dalam mencorak kehidupan di tempat asing banyak sekali perkara yang berlaku dan peristiwa yang mengubah diri. Nak atau tidak diri sendiri yang perlu bangkit kalau jatuh, membumi kalau terlalu ke langit dan sedar kalau sudah lalai. Sampai hari ini, saya akan selalu ingatkan diri untuk faham arti ke sini dan perancangan masa hadapan. Kita hanya mampu merancang dan hanya Allah yang akan menentukan.
AYAT ALQURAN MENGENAI SARANAN DAN MAKNA HIJRAH
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَّا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) . Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. [Al Anfaal (8): 63]
وَإِن كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَّا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا
Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja. [Al Israa’ (17): 76]
Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata kerana perintah Allah.
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖوَسَاءَتْ مَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisaa’ (4): 97]
Konklusinya, Hijrah itu perlu kearah kebaikan dan jauhi segala aspek yang memperbaiki diri, meningkatkan daya pemikiran dan memberikan impak kepada sekeliling.
Apa makna hijrah pada diri anda?
Nuramirah Shahrin
Istanbul 29 mayis kiz konukevi,
Umraniye, Istanbul
12.18am
Tuesday, 19 September 2017
Membawa kembali semangat yang hilang
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillah wa syukurillah. Setelah sekian lama barulah saya boleh memulakan semula penulisan di blog saya ini. Sungguh untuk menulis itu perlukan "consistency" sama juga dalam penulisan tesis. Sedangkan setahun ini banyak sungguh perkara yang berlaku pada diri saya dan sekeliling saya. Sehingga tak terungkap hendaknya. Dari wakil Malaysia ke Mashhad ke kembara 10 negara. Dari kisah gembira perkahwinan sahabat dan mama naik haji ke perginya sahabat baik saya bertemu ilahi.
Sungguh banyak ingin dinukilkan dalam ruangan penulisan ini. Saya harap dapat menulis sebanyak mungkin seiiring penulisan tesis saya.
Tahun ini masuk tahun ke 4 saya berada di Turki dan tahun 3 pengajian master. Lama bukan? tetapi inilah realiti kami yang mengambil pengajian Sarjana di Turki. Sukar untuk dihabiskan pengajian "on time" dek kerana bahasa yang agak sukar. Akan tetapi dalam tempoh inilah kami dapat belajar pelbagai perkara. Biar apa orang lain ingin katakan, kami tetap akan berusaha hingga tamat pengajian.
Saya kini dalam proses penulisan tesis dan alhamdulillah saya sudah tamat mencari bahan dan membuat kajian. Harapnya tajuk tesis yang dikaji ini bakal memberi manfaat pada rakyat Malaysia dan Turki serta dapat menghubungkan kedua negara semula. Bukanlah terpisah tetapi hilang titik persamaan dan hubungan sedari sebelum merdeka dan perubahan global dek perang dunia yang dua.
| bayu bosphorus di waktu senja |
Kota Istanbul sedari saya pulang ke sini agak panas hawanya. Angin musim panas belum menunjukkan redanya dan musim luruh belum menunjukkan tanda-tanda. Saya banyak memilih untuk tinggal di dalam asrama dan menulis di "etut odasi". Disini juga tempat terbaik untuk bertapa kerna tiada lagi sesiapa kesini kerana minggu pembelajaran baru sahaja bermula. Bayu bosforus baru beberapa kaliku sapa. Setiap kali menaiki "vapur" pasti tersengih dan tersenyum kerana inilah paling dirindu. Masakan tidak kerana disinilah tempat merasa tenang dan damai melihat kota yang sesak namun tinggalan sejarahnya yang ku kejar sedari 4 tahun yang lalu. Benarlah tempat ini telah mencuri hatiku dan ia menjadi rumah kedua ku kini.
Pada yang ingin menyambung pengajian di sini saya alu-alukan, akan tetapi anda perlu bersedia mental serta fizikal untuk menghadapi segala dugaan disini. Dengan budaya yang asing serta cara pentadbiran yang bertukar setiap detik pasti memerlukan jiwa yang kental. Kerinduan pada keluarga dan tanah air belum dikira akan tetapi inilah yang boleh mematangkan jiwa-jiwa. Adanya elemen matang itu lebih penting dari perkara yang hanya menghiburkan hati dan kosong erti. Pengakhirannya berbalik pada nawaitu kita hadir untuk apa dan mengapa.
Apapun saya mohon doa dari semua agar dimudahkan segala sesuatu yang dilaksanakan. Saya doakan buat setiap kamu juga. Semoga jua rajin menulis dan mengarang pengalaman sedari 2016 ke hari ini. Walaupun perlahan tapi dibuat untuk tatapan masa hadapan. InshaAllah.
Saya akhiri post kali ini dengan serangkap syair karangan Hamzah Fansuri yang kena dengan tajuk post kali ini :
Syair Perahu
Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.
Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.
Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.
Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.
Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.
Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.
Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.
Wallahualam.
Nuramirah Shahrin
Istanbul 29 Mayis Universitesi Kiz Konukevi,
Umraniye, Istanbul, Turki
Rabu, 7:03 malam
| saya peminat baju kurung nombor satu dan ini adalah pakaian saya di hari pertama universiti |
Wednesday, 21 September 2016
Semester baru 1, 2016/2017
Bismillahirahmanirahim
Alhamdulillah wa syukurillah. Bersyukur padamu ya Allah kerana saya diberi kelapangan menulis catatan lagi. Kali ini di ruangan yang sudah cukup bersarang kerana ketidak rajinan diri menghasilkan penulisan untuk di kongsi bersama.
Semester kali ini, saya masih lagi perlu mengambil mata pelajaran dan inshaAllah dalam masa yang sama saya akan mula menulis thesis untuk master saya.Tajuk kajian dan dapatan saya simpan kemas-kemas supaya selepas selesai semuanya akan dikongsikan bersama semua. Menariknya semester ini, dua kelas yang saya ambil adalah kelas bersama guru yang saya hormati.
1. Prof Dr Ziya Yilmazer : Osmanli'da Sosyo Kulturel Hayat Giris
2. Dr Gulgun Uyar: Mekki Sureler ve Siret
Menariknya pengajian kali ini saya fikir kedua-dua subjek yang diambil begitu seimbang sekali. Dua elemen yang saya perlukan ada di pada pengajian tersebut. Pertamanya, dari hendak diri untuk menampung kehendak iaitu pengajian Sejarah Uthmaniyyah dan Keduanya menampung ruhaniah. Kelas yang kedua itu pada tajuknya memang menarik tetapi pada isinya berat sekali. Di semester lepas saya telah masuk kelas Medina Sureler ve Siret. SubhanaAllah it was a great experience for me. Meskipun bukan keluaran pengajian Islam tetapi Universiti Islam Antarabangsa telah melahirkan saya untuk tidak sukar menghadapi kelas sedemikian. Kami di dalam kelas berdiskusi tentang latar belakang perang Badr berdasarkan ayat Surah Al Enfal. Setiap kami diberikan 4 potong ayat untuk digunakan dan diberikan.
Seterusnya untuk penulisan, inshaAllah dalam minggu ini saya akan menghantar tajuk thesis kajian saya. Moga diterima inshaAllah :) Semester ini akan berlalu pantas dan saya juga tidak sabar untuk menyelesaikan master thesis dengan baik. Moga aim saya berada dilandasan yang betul. PHD menyusul inshaAllah.
Moga kalian juga dipermudahkan urusan juga. Ameen.
8.05 pagi
29 Mayis Universitesi Kiz Konuk Evi
Istanbul, Turkey
Subscribe to:
Posts (Atom)

