Pages

Thursday, 3 March 2011

berdakwat kembali

Assalamualaikum ...

Alhamdulillah setelah sekian lama tidak mengemaskini blog ini , kali ini insyaALLAH akan dimulakan semula .. Sungguh perjalanan hidup manusia itu sukar diungkap dengan kata - kata kerana kata - kata bisa bertukar dari satu masa ke masa yang lain. Sepanjang masa diri ini simpan memori diminda sebelum mencari medium untuk di simpan sepanjang hayat .. Kali ini biarlah diri ini mengeluarkan sedikit memori yang tersimpan diminda untuk dikongsi bersama semua ..

Pada akhir bulan januari dan awal bulan februari diri ini diberi peluang untuk mewakili Malaysia dalam pada masa yang sama Future Global Network Foundation ke 5th International Youth Gathering di bumi Andalusia , Maghribi . Diri ini bersama 10 wakil Malaysia, masing - masing mewakili NGO masing - masing iaitu NGO yang berdaftar di bawah Union of NGOs in Islamic World (UNIW).. Sungguh pengalaman yg di peroleh tidak ternilai harganya . Kalau bisa diputar semula waktu pasti akan ku kembali ke waktu itu . Setiap yang berlaku di sana dan perjalananku menuju ke waktu itu takkan aku lupakan .

Disebalik pengalaman ke Andalusia diri ini menambah pengalaman dengan pengasahan fizikal serta mental di Tamrin Qiyadi PKPIM UIAM yang dilaksanakan di kem herba , sg congkak . Sungguh kem tersebut telah membuatkan diri ini mengeluarkan perasaan marah yang amat yang sudah lama tidak dikeluarkan . Keegoaan diri diuji dan ketahanan emosi dan mental diuji bersama . Tetapi pabila di fikirkan semula program yang dilaksanakan ada baiknya untuk membuatkan kita sedar dan muhasabah semula dimana hati dan arah kita dalam persatuan yang kita sertai .

Seterusnya , minggu - minggu dipenuhi dengan kelas dan tidak mungkin dilupa pabila diri ini membuat perbentangan dalam kelas 'revealation as a source of knowledge ' dimana diri ini membentangkan tajuk falsafah dalam pendidikan islam  . Aku mencuba sehabis - baik untuk memberi pemahaman kepada sahabat - sahabat kelas kerana diriku sendiri punya masalah memahami tentang falsafah dalam pendidikan islam itu sendiri tetapi Alhamdulillah diri ini mendapat bantuan dari senior - senior diantaranya Abg Fazril , Abg Faisal dan beberapa individu yang lain . Diri ini juga bersyukur kerana diberikan rakan kumpulan yang sangat senang untuk berkerja dengan dan berharap akan ada peluang untuk bekerja bersama mereka dimasa hadapan .

Tidak dilupa kelas Sejarah Rusia dan Muslim Eurasia dimana pada minggu ini diadakan map test oleh lecturer kesayangan Prof Dr Ataullah Bogdan Kopanski . Saat diri ini melangkah kedalam dengan memakai jalabah terus ditegur Kopanski yang tika itu sedang mengedarkan kertas yang mengandungi peta yang kosong . Diri ini tika itu memakai hood dikepala kerana hujan masuk terus Atok Kopanski berkata " AMIRAH ! No wonder i felt that there's something missing . Its u  the one ! and look at you , ur wearing Moroccan traditional clothes :) ". Diri ini terus ke tempat duduk dan mula menconteng kertas yang diberikan dengan menanda jawapan yang diminta.

Hujung minggu ini aq akan berhadapan dengan 2 program besar . Pertamanya , Interfaith Dialogue 3 anjuran Kelab Intelek Muda @ Intellectual Youth Club . Seterusnya muktamar sanawi PKPIM UIAM Gombak . Ya Allah , permudahkanlah urusan hambamu ini . berikanlah dia rehat yang cukup . Jadikanlah tidur selama sejam  bagaikan tidur selama 8 jam dan kuatkanlah hatinya ...


Akhir Kalam , Manusia itu perlu belajar dan memahami perjalanan dan pengalaman hidupnya untuk dia menjadi seorang yang berguna dan juga supaya manusia itu sentiasa berdiri di bumi yang nyata tidak dalam fantasi dan angan - angan . dan jangan sesekali membelakangkan Al - Quran dan Sunnah dalam hidup dan 2 insan penting dalam hidup selepas Allah dan Rasulullah . Ibu bapa kita .

 Mama dan Baba adik sayang mama dan baba sangat ! Doakan adik jadi anak yang solehah ye :)

Sekian ,

Wassalam

Nuramirah Shahrin
4/3/2011
Mahallah Nusaibah , IIUM

p/s: menapak dengan berani dan kuat di bumi yang nyata


Saturday, 8 January 2011

ukhwah atas nama Allah

Assalamualaikum wr. wb.

Muslim satu dengan Muslim yang lain itu ibarat satu tubuh, kata Nabi. Itulah ukhuwah atau persaudaraan. Ukhuwah islamiyah atau persaudaran Islam adalah sendi pokok untuk membangun tatanan masyarakat Muslim yang kokoh. Tatanan masyarakat Islam yang kokoh merupakan cita-cita kita semua dimana Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin akan benar- benar terwujud.

Memperkokoh pilar-pilar ukhuwah islamiyah adalah kewajiban setiap Muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum Muslimin untuk menegakkan ukhuwah. Hal itu termaktub dalam beberapa ayat di Al-Quranul Karim.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai hadits juga memerintahkan ummatnya untuk melakukan hal yang sama. Di bawah ini adalah beberapa hadits yang menjelaskan kedudukan ukhuwah dalam Islam. Di bawah ini adalah anjuran ukhuwah menurut Islam.

Lillahi Ta’ala
Semangat ukhuwah di antara sesama Muslim hendaknya didasari karena Allah semata, karena ia akan menjadi barometer yang baik untuk mengukur baik-buruknya suatu hubungan. Rasulullah bersabda, ”Pada hari kiamat Allah berfirman: Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya ke suatu derajat di surga yang tidak bisa diperolehnya dengan sesuatu dari amalnya.” (HR Muslim)
Dalam keterangan yang lain Nabi Muhammad menjelaskan, ”Di sekeliling Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah (cemerlang) pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang mereka.” Beliau menjawab, ”Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.” (HR Nasa’i dari Abu Hurairah Radiallahu ‘anhu)

Tidak Saling Menzhalimi
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesama Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar ra)
Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda, ”Janganlah kalian saling mendengki, melakukan najasy, saling membenci, memusuhi, atau menjual barang yang sudah dijual ke orang lain. Tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak menzhalimi, dan tidak membiarkan atau menghinakannya. Takwa itu di sini (beliau menunjuk ke dadanya tiga kali).”

Ibarat Satu Tubuh
Ukhuwah dalam Islam memperkuat ikatan antara orang-orang Muslim dan menjadikan mereka satu bangunan yang kokoh. “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam.” (HR Muslim)
“Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.” (HR Muslim)

Merasakan Lezatnya Iman
“Barangsiapa ingin (suka) memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah.” (HR Ahmad)

Mengenal Baik Sahabatnya
“Jika seseorang menjalin ukhuwah dengan orang lain, hendaklah ia bertanya tentang namanya, nama ayahnya, dan dari suku manakah ia berasal, karena hal itu lebih mempererat jalinan rasa cinta.” (HR Tirmidzi).

Wassalamu'alaikum wr.wb

Sumber:
www.hidayatullah.com