Pages

Friday, October 1, 2010

harapan seorang lelaki kepada bakal isterinya

dipetik dr :Never ending  tarbiyah 


Assalammu'alaikum Wr... Wb...



Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care...Allah selalu bersama kita



Ukhtiku...Masihkah menungguku...?



Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!Menunggu...Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewaKarena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menungguMembaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat



Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewatiEits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosongKarena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa



Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menungguPercayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perihNgejomblo itu nikmat, jenderal!Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu



Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktifMumpung waktu kita masih banyak luangBelum tersita dengan kehidupan rumah tanggaJadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyakKarena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak



Karenanya wahai bidadari dunia...Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datangBukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menundaTapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumitBegitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaberBelum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri iniMeski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulitNamun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaikBahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri



Ukhtiku...Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisahTelah kulihat wajahmu dan aku mengerti,betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimuPercayalah padaku aku pun rindu akan hadirmuAku akan datang, tapi mungkin tidak sekarangKarena jalan ini masih panjangBanyak hal yang menghadangHatiku pun melagu dalam nada anganSeolah sedetik tiada tersisakanResah hati tak mampu kuhindarkanTentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depanKarang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahanLebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusanKeputusan besar untuk datang kepadamu



Ukhtiku...Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimuPercayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhirYakinlah...saat itu pasti 'kan tibaTak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmuKarena kecantikan hati dan iman yang dicariTak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmuKarena aura keimananlah yang utamaItulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,merasuk dan menembus relung jiwa



Wahai perhiasan terindah...Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.



Jangan pernah merasa, hidup ini tak adilKita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidupPasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammuBariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammuPulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-NyaJika memang kau tak sempat bertemu diriku,sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suciDan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya



Ukhtiku...Skenario Allah adalah skenario terbaikDan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kitaKarena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinyaUntuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita



Ukhtiku...Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah 'kan menjelang juaSaat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahanApa kabarkah kau disana?Lelahkah kau menungguku berkelana?Lelahkah menungguku kau disana?Bisa bertahankah kau disana?Tetap bertahanlah kau disana...Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismuBila waktu itu telah tiba,kenakanlah mahkota itu,kenakanlah gaun indah itu...Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...



Ukhtiku...Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalirHatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,kutahan derita malam ini sambil menghitung bintangCinta membuat hati terasa terpotong-potongJika di sana ada bintang yang menghilang,mataku berpendar mencari bintang yang datangKalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...





Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawatDan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,dan mendapat yang terbaik dari-NyaAku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan iniHanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidupMaka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup iniMungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumiAkulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu



Ukhtiku...Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,hanya bisa merindukanmuDan tetaplah berharap, terus berharapBerharap aku 'kan segera datangJangan pernah berhenti berharap,Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup



Bila kau jadi istriku kelak,jangan pernah berhenti memilikikudan mencintaiku hingga ujung waktuTunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaikuHanya engkau yang aku harapTelah lama kuharap hadirmu di siniMeski sulit, harus kudapatkanJika tidak kudapat di dunia...'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga



Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimuNamun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,pelarian perasaankudan sikapmu telah meluluhkan jiwakuWaktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...Apa yang akan ku hadapiDan apa yang harus kucari dalam hidup



Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,untuk dirimu yang selalu bijaksanaAku goreskan syair sederhana ini,untuk dirimu yang selalu mempesonaMemahamiku dan mencintaiku apa adanyaSemoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimuSemoga...



Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahuluKau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahuluKau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengertiKau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewatiBegitu indah kau tercipta bagi AdamBegitu anggun kau terlahir sebagai HawaKau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku milikiKau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki......



(Dewi Khayalan - Daun Band)



Ya Allah...ringankanlah kerinduan yang menderakupanjatkan sepotong doa setiap waktu,karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku



Ya Allah...ampuni segala kekhilafan hamba yang hina iniringankan langkah kamiberi kami kekuatan dan kemampuantuk melengkapkan setengah dien ini,mengikuti sunnah RasulMujangan biarkan hati-hati kamiterus berkelana tak perpenghujungyang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatanyang telah Engkau berikanAamiin...



Wassalamu'alaikum Wr... Wb...



Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...




p/s : cubalah menjadi seperti yang dinyatakan ukhti2 ku ... jadi diri , jaga iman , jaga hati 

No comments:

Post a Comment